All Blog

Strategi PR Agency Indonesia Memenangkan Sebuah Brand Fashion di Tengah Ramainya Industri Fashion

Pernahkah kamu merasa kalau tiap kali buka Instagram atau TikTok, selalu ada brand fashion lokal baru yang muncul di feed-mu? Mulai dari kaus berbahan organik, tas dari limbah plastik, sampai koleksi batik yang modelnya mirip baju-baju di Vogue. Industri fashion kita sekarang bukan lagi sekadar ramai, tapi sudah sampai di tahap “sesak”. Nah, di tengah lautan brand yang saling berebut perhatian ini, pernah terpikir nggak, kenapa ada brand yang cuma numpang lewat (viral sekejap terus hilang), tapi ada juga brand yang posisinya makin kokoh dan dianggap “keren” secara konsisten? Jawabannya seringkali bukan cuma soal seberapa bagus jahitannya, tapi tentang siapa yang ada di belakang layar. Di sinilah peran PR Agency Indonesia menjadi sangat krusial. Mereka adalah para “arsitek persepsi” yang memastikan sebuah brand nggak cuma jadi penonton, tapi jadi pemeran utama. Yuk, kita bedah strateginya! 1. Bukan Cuma “Kirim Barang”, Tapi “Kirim Cerita” Dulu, tugas PR mungkin sesederhana mengirim baju ke redaksi majalah fashion lalu berharap foto produknya muncul di halaman depan. Sekarang? Well, zaman sudah berubah total. PR Agency Indonesia saat ini harus jago jadi pendongeng (storyteller). Konsumen zaman sekarang, terutama Gen Z dan Milenial, sudah kebal dengan iklan yang sifatnya hard-selling. Mereka nggak beli baju karena “diskon 50%” semata, tapi karena mereka suka dengan visi brand tersebut. Misalnya, sebuah agency akan membangun narasi: “Kenapa kemeja ini harus kamu beli? Karena kemeja ini dibuat oleh perajin di pelosok Jawa dengan upah yang adil.” Narasi emosional seperti inilah yang membuat sebuah brand punya “jiwa” dan berbeda dari sekadar produk massal di pasar grosir. 2. Memilih “Wajah” yang Tepat (KOL Management) Kita semua tahu kekuatan Key Opinion Leader (KOL) atau influencer. Tapi, strategi PR Agency Indonesia yang mumpuni nggak bakal asal pilih orang cuma karena followers-nya jutaan. Ada seni dalam melakukan KOL Seeding. Agency akan membagi strategi menjadi beberapa lapisan: The

Read More →

Strategi PR Agency Indonesia dalam Menyiasati Pergeseran SEO ke GEO di Tahun 2026

Pernahkah Anda merasa bahwa cara kita mencari informasi di internet sudah tidak sama lagi? Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda benar-benar menggulir halaman Google sampai ke bawah dan mengeklik hasil di urutan ke-10? Kemungkinan besar, Anda sekarang lebih sering membaca kotak ringkasan di paling atas, atau bahkan langsung bertanya pada ChatGPT, Gemini, atau Perplexity. Selamat datang di tahun 2026, sebuah era di mana GEO (Generative Engine Optimization) bukan lagi sekadar istilah keren, melainkan napas baru dalam dunia pemasaran. Kita sedang menyaksikan pergeseran besar: dari mesin pencari yang memberikan “daftar link”, menjadi mesin jawaban yang memberikan “solusi instan”. Namun, ada sebuah tantangan besar di balik kemudahan ini. Jika AI adalah pihak yang memberikan jawaban, pertanyaannya adalah: Bagaimana caranya agar brand kita menjadi bagian dari jawaban tersebut? Di sinilah peran strategis PR Agency Indonesia bertransformasi menjadi sesuatu yang jauh lebih kuat dari sekadar pengirim siaran pers. Membedah Anatomi GEO: Mengapa Klik Saja Tidak Cukup? Dulu, SEO adalah tentang memenangkan klik. Kita mengoptimasi kata kunci, memperbaiki kecepatan website, dan berharap orang masuk ke “rumah” digital kita. Namun dalam skema GEO, AI melakukan scrapping dan merangkum informasi dari berbagai sumber untuk disajikan langsung kepada pengguna. Fenomena ini disebut Zero-Click Search. Bagi pemilik bisnis, ini bisa terdengar menakutkan. “Kalau mereka tidak klik website saya, bagaimana saya dapat untung?” jawabannya bukan pada jumlah klik, melainkan pada Otoritas dan Kepercayaan. Saat AI menyebutkan, “Berdasarkan ulasan para ahli dan data pasar terbaru, produk A adalah pilihan terbaik di Jakarta,”* kepercayaan konsumen langsung terbentuk tanpa mereka perlu mengunjungi website Anda terlebih dahulu. Untuk mencapai level ini, Anda butuh kredibilitas yang tidak bisa dibuat-buat oleh mesin. Anda butuh validasi dari pihak ketiga. Inilah alasan mengapa bermitra dengan PR Agency Indonesia menjadi investasi yang krusial. Mereka bertugas membangun “jejak digital” yang kredibel di media-media besar nasional, sehingga ketika AI memindai internet,

Read More →

Strategi PR Agency Indonesia dalam Memenangkan Era AI-Agent SEO

Evolusi Pencarian: Dari Kata Kunci ke Delegasi Tugas Dunia pemasaran digital pada tahun 2026 telah mencapai titik balik yang radikal. Selama dua dekade, strategi SEO (Search Engine Optimization) berpusat pada bagaimana manusia mengetikkan kueri di kolom pencarian Google. Namun, hari ini, kita menyaksikan lahirnya era “Delegasi Tugas”. Pengguna tidak lagi mencari daftar tautan; mereka memberikan perintah kepada AI-Agent mereka—seperti Gemini, ChatGPT, atau asisten personal terintegrasi lainnya—untuk melakukan riset, membandingkan produk, hingga mengambil keputusan pembelian. Dalam lanskap yang terotomasi ini, tantangan bagi pemilik merek bukan lagi sekadar “bagaimana agar muncul di halaman pertama,” melainkan “bagaimana agar AI-Agent merekomendasikan merek kita sebagai solusi tunggal yang paling kredibel.” Di sinilah peran PR Agency Indonesia mengalami transformasi besar. Public Relations bukan lagi sekadar pelengkap pemasaran, melainkan tulang punggung dari apa yang sekarang kita sebut sebagai AIO (AI Optimization) atau optimasi kecerdasan buatan. Memahami Cara Kerja AI-Agent dalam Memilih Informasi Untuk memenangkan persaingan, kita harus memahami bagaimana AI-Agent di tahun 2026 bekerja. Berbeda dengan algoritma pencarian tradisional yang mengandalkan kecocokan kata kunci dan jumlah backlink, AI-Agent menggunakan model Large Language Models (LLM) yang sangat canggih untuk memproses jutaan data secara real-time. Mereka mencari tiga hal utama: Otoritas (Authority), Konteks (Context), dan Sentimen (Sentiment). AI-Agent akan melakukan pemindaian cepat terhadap web, namun mereka memiliki filter kepercayaan yang sangat ketat. Mereka cenderung mengabaikan situs web yang dianggap “berlebihan secara SEO” (over-optimized) dan lebih memprioritaskan informasi yang muncul secara organik di media-media besar, jurnal industri, serta diskusi komunitas yang autentik. Inilah alasan mengapa keterlibatan PR Agency Indonesia menjadi wajib. Strategi PR tradisional yang difokuskan pada hubungan media kini menjadi mesin utama yang menyuplai data positif dan kredibel ke dalam “otak” AI. Strategi Inti PR Agency Indonesia di Era AIO 1. Membangun “Knowledge Graph” melalui Media Otoritas Di tahun 2026, AI-Agent membangun pemahaman mereka melalui apa yang disebut sebagai

Read More →

Strategi Menembus Pasar 2026: Kebangkitan Ekonomi Kreator dan Peran Vital PR Agency Jakarta

Halo, para nakhoda strategi marketing! Jika Anda membaca ini di sela-sela padatnya jadwal meeting koordinasi atau saat sedang menganalisis dasbor performa kuartal ini, artinya Anda sadar bahwa lanskap promosi kita telah bergeser secara tektonik. Kita tidak lagi sekadar bicara soal “pasang iklan di billboard” atau sekadar “pakai influencer buat pamer produk”. Di tahun 2026, kita sedang berada di pusat badai Creator Economy. Pernahkah Anda merenung, mengapa konten seorang pemuda di pelosok Sulawesi yang sedang memanen cengkeh secara tradisional bisa mendapatkan tingkat kepercayaan (trust) yang jauh lebih tinggi daripada iklan televisi berbiaya miliaran rupiah? Itulah inti dari kebangkitan ekonomi kreator lokal kita. Namun, sebagai manajer, Anda pasti tahu bahwa mengelola ratusan kreator dengan kepribadian yang berbeda-beda itu adalah tantangan logistik dan reputasi yang luar biasa besar. Di sinilah sinergi dengan PR Agency Jakarta menjadi kartu as yang tidak boleh absen dari rencana strategis Anda. Kreator Bukan Lagi “Papan Iklan”, Mereka Adalah Media Baru Dulu, kita melihat kreator hanya sebagai aset pendukung atau pelengkap kampanye. Sekarang? Mereka adalah entitas bisnis mandiri yang memiliki struktur organisasi sendiri. Banyak kreator lokal Indonesia yang kini sudah memiliki tim produksi internal, tim riset pasar, hingga sistem logistik sendiri untuk produk Direct-to-Consumer (D2C) mereka. Mereka bukan lagi sekadar pembuat konten, mereka adalah pemilik media. Sebagai Manajer Marketing, Anda harus mulai memperlakukan mereka sebagai mitra strategis, bukan sekadar vendor jasa. Kreator ini memiliki aset yang paling mahal di dunia digital: Perhatian dan Kepercayaan. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menjaga pesan brand Anda tetap selaras dengan gaya otentik mereka tanpa terlihat seperti “titipan sponsor” yang kaku dan membosankan. Mengelola hubungan yang sensitif dan organik ini membutuhkan sentuhan profesional dari PR Agency Jakarta yang paham betul dinamika psikologi audiens di media sosial tanah air. Live Commerce: Panggung Utama Ekonomi Kreator 2026 Jika perusahaan Anda belum memaksimalkan Live Commerce, jujur saja,

Read More →

Strategi Memenangkan Produk di Marketplace

Di era digital yang serba cepat ini, keberadaan marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada telah menjadi medan tempur utama bagi banyak brand. Setiap hari, ribuan produk baru bermunculan, berlomba-lomba merebut perhatian konsumen yang semakin selektif. Pertanyaannya: “Bagaimana caranya agar produk kita bisa unggul dan menang di tengah persaingan yang begitu ketat?” Jawabannya bukan hanya soal harga murah, tetapi tentang strategi yang cerdas, terarah, dan konsisten. 1. Pahami Pola Konsumen Digital Langkah pertama untuk memenangkan pasar adalah memahami bagaimana konsumen berpikir dan berperilaku di platform digital. Konsumen marketplace saat ini bukan sekadar pembeli impulsif. Mereka menelusuri ulasan, membandingkan harga, hingga menilai reputasi toko sebelum menekan tombol “beli”. Karena itu, penting bagi brand untuk menampilkan kredibilitas dan kepercayaan. Foto produk yang profesional, deskripsi yang detail, serta layanan pelanggan yang cepat menjadi kunci utama. Banyak brand sukses bekerja sama dengan Public Relations Agency Terbaik Indonesia untuk membangun narasi positif dan citra terpercaya di ruang digital. Citra yang kuat seringkali menjadi pembeda utama antara toko yang sekadar ada dan toko yang benar-benar dipercaya. 2. Optimalkan Branding dan Storytelling Brand bukan hanya soal logo, tetapi tentang cerita yang melekat di benak konsumen. Di marketplace, produk dengan cerita menarik sering kali lebih diingat. Ceritakan bagaimana produk dibuat, siapa di baliknya, dan apa nilai yang ingin dihadirkan. Storytelling yang konsisten di seluruh kanal — mulai dari deskripsi produk, banner, hingga media sosial — dapat meningkatkan koneksi emosional dengan konsumen. Di sinilah peran Public Relations Agency Terbaik Indonesia sangat terasa: mereka membantu merancang komunikasi yang relevan, menyentuh, dan membangun identitas yang kokoh di tengah banjir informasi. 3. Gunakan Data dan Insight untuk Strategi Promosi Marketplace menyediakan data berlimpah: produk paling dicari, kata kunci populer, hingga perilaku pembelian pengguna. Sayangnya, banyak pengusaha yang belum memanfaatkan data ini secara optimal. Padahal, data adalah “senjata rahasia” untuk merancang strategi promosi yang

Read More →

Strategi Marketing 2026: Mengapa Kolaborasi dengan PR Agency Indonesia Adalah Kunci Pertumbuhan Reputasi dan ROI

Memasuki gerbang tahun 2026, lanskap pemasaran digital di Indonesia telah mengalami transformasi radikal yang memaksa para pemimpin pemasaran untuk berpikir ulang. Kita tidak lagi berada di era di mana “Content is King”, melainkan di era di mana “Trust is the Only Currency”. Bagi seorang Manajer Marketing, tantangan yang dihadapi kini jauh melampaui sekadar optimasi algoritma Meta atau Google. Kita menghadapi fenomena ad-blocking yang mencapai puncaknya, kelelahan digital (digital fatigue), dan konsumen yang semakin cerdas dalam membedakan antara janji pemasaran dengan realitas produk. Dalam konteks ini, sinergi antara strategi digital yang agresif dengan dukungan dari PR Agency Indonesia yang kredibel bukan lagi sekadar opsi tambahan dalam anggaran tahunan—ini adalah fondasi untuk bertahan hidup di tengah kompetisi yang semakin brutal di pasar lokal yang sangat dinamis. Realitas Baru 2026: Ekonomi Reputasi (Reputation Economy) Di tahun 2026, biaya per klik (CPC) terus merangkak naik karena persaingan yang jenuh di semua lini industri. Namun, yang lebih mengkhawatirkan bagi manajemen adalah penurunan efektivitas pesan. Konsumen Gen Z dan Gen Alpha di Indonesia kini melakukan riset secara “sirkular”. Mereka mungkin melihat iklan produk Anda di TikTok atau Instagram, namun sebelum mereka menekan tombol “Beli”, mereka akan melakukan validasi mandiri melalui mesin pencari, forum diskusi, dan portal berita resmi. Jika saat mereka melakukan validasi, yang ditemukan hanyalah konten milik brand itu sendiri (owned media), mereka akan cenderung ragu. Mereka mencari “Earned Media”—validasi dari pihak ketiga yang objektif dan memiliki integritas. Di sinilah peran PR Agency Indonesia menjadi krusial untuk memastikan bahwa jejak digital brand Anda penuh dengan narasi positif yang berasal dari sumber otoritatif. Tanpa validasi eksternal ini, tingkat konversi (CR) pada landing page Anda akan tetap stagnan meskipun Anda menggandakan trafik melalui iklan berbayar. 1. SEO 2.0: E-E-A-T sebagai Penentu ROI di Era AI Search Algoritma mesin pencari di tahun 2026, yang kini didominasi oleh Search

Read More →

Strategi Jitu Untuk Jadi “Raja Kuliner” Di Era Digital

Pernah kepikiran nggak, kenapa ada warung makan kecil yang bisa viral sampai antreannya kayak konser K-pop, sementara restoran besar justru sepi? Jawabannya ada di strategi digital marketing! Di era sekarang, rasa makanan enak aja belum cukup. Kalau mau jadi “raja kuliner”, kuncinya adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan dunia digital dengan tepat. 1. Bangun Branding yang Kuat Branding itu ibarat bumbu rahasia. Bayangin, kalau kamu punya logo kece, nama brand yang gampang diingat, plus identitas visual yang konsisten, orang-orang bakal lebih cepat kenal dan loyal sama produkmu. Contoh nyatanya bisa dilihat dari Domino’s Pizza. Mereka nggak cuma jual pizza, tapi juga branding sebagai makanan cepat, praktis, dan bisa dipesan kapan aja lewat aplikasi. Hasilnya? Domino’s jadi salah satu raja kuliner global berkat keberanian adaptasi digital. 2. Aktif di Media Sosial Instagram, TikTok, bahkan Twitter bisa jadi “lapak” jualan paling murah dan efektif. Posting foto makanan estetik, bikin video behind the scenes dapur, atau bahkan bikin challenge seru bisa meningkatkan engagement. Contohnya Jollibee dari Filipina. Video lucu mereka di YouTube berhasil bikin brand ini mendunia. Dengan storytelling yang emosional plus konten kreatif, Jollibee jadi nggak sekadar restoran fast food, tapi juga brand yang punya kedekatan emosional dengan konsumennya. Kalau kamu bingung mulai dari mana, banyak kok PR Agency Indonesia yang bisa bantu merancang strategi konten agar lebih terarah. 3. Manfaatkan Food Delivery Apps Gojek, GrabFood, ShopeeFood—ini bukan lagi opsi tambahan, tapi udah jadi kebutuhan. Makin mudah makananmu diakses, makin besar peluang orang untuk beli. Contoh sukses bisa kita lihat dari Shake Shack di Amerika. Saat pandemi, mereka sigap mengoptimalkan layanan delivery dan promosi online. Hasilnya, bisnis tetap jalan meski restoran fisik sempat ditutup. Nah, kerja sama dengan PR Agency Indonesia juga bisa membantu bisnismu memaksimalkan campaign lewat platform delivery ini. 4. Gunakan Influencer Marketing Orang Indonesia gampang banget “ngiler” kalau lihat makanan

Read More →

Strategi Jitu Menjadi Magnet Cuan di Shopee

Shopee sudah jadi salah satu pasar digital paling ramai di Indonesia. Dari produk fashion, elektronik, sampai perlengkapan rumah tangga—semua ada. Tapi di tengah lautan kompetitor yang makin padat, gimana caranya biar toko kita nggak tenggelam dan justru jadi magnet cuan? Jawabannya ada di strategi promosi yang tepat dan konsisten. 1. Kenali Target Pasar dan Bangun Brand Personality Sebelum mengiklankan produk, penting banget buat memahami siapa pembeli idealmu. Gunakan data dari “Shopee Analytics” atau riset sederhana untuk tahu demografi, minat, dan perilaku belanja mereka. Dengan insight itu, kamu bisa menyesuaikan gaya komunikasi, visual, dan bahkan warna toko. Banyak pelaku usaha yang dibantu oleh Public Relations Agency Terbaik Indonesia untuk membangun brand personality yang kuat dan konsisten di mata konsumen. Karena brand yang punya karakter khas, lebih mudah diingat dan dipercaya. 2. Maksimalkan Fitur Promosi Shopee Shopee menyediakan berbagai fitur promosi seperti “Flash Sale”, “Voucher Toko”, “Gratis Ongkir Xtra”, dan “Iklan Shopee”. Jangan ragu memanfaatkannya. Misalnya, gunakan Flash Sale untuk produk populer agar trafik melonjak, lalu arahkan pembeli ke produk lain di tokomu. Bahkan, banyak Public Relations Agency Terbaik Indonesia yang memadukan strategi digital campaign di media sosial dengan promosi Shopee agar efeknya berlipat ganda. Jadi, calon pembeli bisa melihat toko kamu dari berbagai kanal online. 3. Gunakan Konten Visual yang Menjual Foto dan video produk adalah wajah dari tokomu. Pastikan kualitasnya tajam, cerah, dan menggambarkan fungsi produk dengan jelas. Tambahkan sedikit storytelling pada deskripsi agar pembeli merasa lebih dekat. Kalau butuh arahan profesional, Public Relations Agency Terbaik Indonesia bisa bantu bikin konsep visual yang sesuai tren dan tetap mencerminkan identitas brand kamu. 4. Bangun Kepercayaan Lewat Review dan Chat Responsif Pembeli online cenderung mencari bukti sosial sebelum memutuskan transaksi. Jadi, dorong “pembeli puas” untuk memberi ulasan positif dan selalu tanggapi chat dengan cepat serta ramah. Shopee menilai respons penjual, dan performa

Read More →

Strategi Jitu Meningkatkan Penjualan Anda Hingga 200% dengan Digital Marketing

Dalam lanskap bisnis modern, mengandalkan cara-cara lama untuk berjualan tidak lagi cukup. Era digital telah mengubah segalanya. Bayangkan bisa menjangkau ribuan, bahkan jutaan pelanggan potensial tanpa harus membuka toko fisik di banyak tempat. Itulah kekuatan digital marketing. Namun, banyak pebisnis terjebak dalam mitos bahwa digital marketing itu rumit dan mahal. Padahal, dengan strategi yang tepat, Anda bisa meningkatkan omzet hingga 200% atau lebih. Berikut adalah tiga pilar strategi yang bisa Anda terapkan sekarang juga. Pilar 1: Bangun Fondasi Kuat dengan Konten Berkualitas Konten adalah raja, dan ini bukan hanya slogan. Konten yang informatif, relevan, dan menarik akan membangun kepercayaan serta kredibilitas. Fokuslah pada konten yang menjawab masalah dan kebutuhan audiens Anda. Blog: Tulis artikel yang memberikan solusi, tips, atau panduan. Misalnya, jika Anda menjual produk perawatan kulit, buatlah artikel tentang “5 Bahan Alami untuk Kulit Sehat dan Berseri.” Media Sosial: Bagikan konten yang lebih ringan dan mudah dicerna, seperti infografis, video pendek, atau story interaktif. Gunakan platform di mana audiens Anda paling aktif. Video: Buat video tutorial, ulasan produk, atau testimoni pelanggan. Video terbukti memiliki engagement yang jauh lebih tinggi dan mampu membangun koneksi emosional dengan audiens. Ingat, jangan hanya berjualan. Berikan nilai, dan penjualan akan mengikuti. Salah satu contoh paling ikonik dari perusahaan yang sukses membangun fondasi kuat dengan konten berkualitas adalah Red Bull. Meskipun dikenal sebagai produsen minuman energi, Red Bull tidak hanya fokus pada produknya. Mereka membangun sebuah kerajaan media global. Alih-alih membuat iklan yang terus-menerus mempromosikan minuman, Red Bull menciptakan konten tentang olahraga ekstrem, petualangan, dan gaya hidup yang menantang batas. Mereka memiliki tim produksi video, majalah, bahkan acara olahraga sendiri. Bagaimana Red Bull Menerapkan Strategi Ini? Identifikasi Audiens: Red Bull memahami bahwa audiens mereka adalah orang-orang muda, aktif, dan berani yang mencari sensasi. Konten yang mereka buat langsung berbicara dengan nilai-nilai ini. Fokus pada Nilai,

Read More →

Strategi Jitu Memaksimalkan Penjualan di Bulan Ramadhan Bersama PR Agency Jakarta

Bulan Ramadhan bukan sekadar momen spiritual. Bagi banyak brand, ini adalah periode emas yang bisa menyumbang lonjakan penjualan signifikan. Pola konsumsi berubah, intensitas belanja meningkat, dan masyarakat cenderung lebih responsif terhadap pesan yang menyentuh nilai kebersamaan serta kepedulian. Tapi pertanyaannya: apakah semua brand otomatis sukses di bulan Ramadhan? Tentu tidak. Di sinilah peran PR Agency Jakarta menjadi krusial. Bukan hanya membantu menyebarkan pesan, tapi merancang strategi komunikasi yang relevan, sensitif, dan tepat sasaran agar penjualan benar-benar terdongkrak. Mari kita bahas strategi jitunya. Pahami Momentum, Bukan Sekadar Diskon Kesalahan paling umum saat Ramadhan adalah terlalu fokus pada potongan harga. Diskon memang penting, tapi bukan satu-satunya kunci. Audiens di bulan Ramadhan lebih sensitif terhadap nilai. Mereka lebih peduli pada makna, cerita, dan dampak sosial. Strategi komunikasi yang dirancang bersama PR Agency Jakarta biasanya akan mengedepankan storytelling yang kuat: Cerita tentang kebersamaan keluarga Narasi tentang berbagi dan kepedulian Aktivasi sosial yang nyata Kolaborasi dengan komunitas Penjualan meningkat bukan hanya karena harga lebih murah, tetapi karena brand terasa lebih dekat dan relevan. Bangun Campaign Sejak Pra-Ramadhan Brand yang sukses di bulan Ramadhan tidak memulai kampanye saat hari pertama puasa. Mereka sudah “pemanasan” sejak 2–4 minggu sebelumnya. Kenapa ini penting? Karena awareness harus dibangun lebih dulu sebelum masuk fase konversi. Biasanya PR Agency Jakarta akan menyusun timeline seperti ini: Fase Teasing: membangun rasa penasaran Fase Awareness: edukasi produk & storytelling Fase Engagement: interaksi dan aktivasi digital Fase Conversion: promo, bundling, limited offer Fase Post-Ramadhan: menjaga momentum setelah Lebaran Dengan alur yang jelas, campaign tidak terasa mendadak atau terlalu “jualan”. Maksimalkan Media dan Digital PR Ramadhan adalah momen dengan traffic media yang tinggi. Konten bertema Ramadhan biasanya lebih mudah mendapatkan perhatian. Strategi yang bisa dimaksimalkan: Press release bertema Ramadhan Feature story tentang program sosial brand Kolaborasi dengan media online Thought leadership dari CEO atau brand leader

Read More →