Masuk 2% PR Agency Sukses: Rahasia Konsistensi ala Michael Easter

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia)

Kalau membaca judulnya mungkin banyak public relations yang bertanya-tanya. Apa sih? Tapi mari kita telaah lagi satu per satu katanya. Industri komunikasi sangat lekat dengan PR dan tentunya public relations di belakangnya selalu ada PR agency, dan meskipun ada IKN, barometer industri PR agency di Indonesia masih di Jakarta,

PR agency Jakarta selalu menjadi destinasi klien ketika ada crisis. Begitu banyak kejadian tak terduga seringkali terjadi, dan public relations harus bergerak dengan strategi crisis handlingnya.

Nah soal 2% yang jadi judul blogpost ini referensinya berasal dari buku: The Comfort Crisis karya Michael Easter. Sebagai seorang eks fitness director dan jurnalis kesehatan, di bukunya ada satu data yang cukup menarik khususnya untuk yang sedang mencari PR agency Indonesia di Jakarta. 

Easter memaparkan sebuah penelitian sederhana. Jika di sebuah gedung ada eskalator dan tangga yang posisinya bersebelahan, berapa banyak orang yang akan memilih tangga?

Jawabannya: hanya 2%.

Ternyata 2% Angka Kunci

Lho, apa hubungannya orang naik tangga manual dan public relations Jakarta? Di sinilah perannya. Persentase yang hanya 2% itu tentu saja kecil, dan di lingkup PR agency, ini perlu menjadi catatan penting. 

Sejumlah expert di berbagai ranah termasuk digital marketing menemukan fakta bila rata-rata tingkat konversi penjualan yang terjadi melalui surat elektronik alias email tidak jauh dari angka 2%. Besar kemungkinan bila hal serupa berlaku juga di tingkat pekerja media mengakses press release yang sering didistribusikan para public relations.

Dalam kondisi terentu saja ada beberapa yang jauh lebih tinggi sampai lebih dari dua kali lipat hingga menyentuh 5%. Tapi angka rata-rata masih di sekitar 2%. Secara global Meta Ads yang secara global berada di sekitar 2.3%.

Kalau menyelam lebih dalam, fenomena 2% ini terus bermunculan di banyak bidang. Artinya PR agency Jakarta juga harus lebih peduli dengan fenomena ini.

Krisis 2% di Ranah Public Relations

Angka yang sedikit ini seperti sudah dibahas sebelumnya harusnya menjadi alarm buat para PR agency apalagi yang berada di Jakarta yang masih menjadi pusat industri. Jumlah yang sedikit ini adalah bagian dari sebuah kata bernama konsistensi.

Pencarian riset soal 2% salah satunya berbuah hasil Alvara Research, Indonesia Moslem Report 2019 menyatakan 2% umat Muslim di Indonesia menunaikan ibadah salat 5 waktu berjamaah di masjid secara konsisten.

Kembali ke ranah public relations, di kota besar seperti Jakarta, seberapa banyak PR agency yang konsisten menjaga relasi dengan media dan KOL? Besar kemungkinan angka 2% juga yang akan muncul. Sementara banyak yang mengatakan PR agency Jakarta terus membanjir dan membuat persaingan makin sengit. Tapi apakah sudah berupaya untuk keluar dari zona 2% ini?

2% di Ekosistem Public Relations

Sebagai praktisi komunikasi, keyakinan akan tidak adanya kebetulan besar kemungkinan sudah menjadi bagian keseharian. Berikut adalah fenomena di ranah PR agency, tidak hanya di Jakarta tapi di seluruh Indonesia bahkan dunia. 

Ekosistem media sosial membuktikan  rata-rata engagement rate-nya hanya 2%. Dari ribuan follower, subscriber, atau metrik-metrik lain dari KOL atau homeless media, yang benar-benar peduli dan berinteraksi dengan konten di dalamnya ternyata tidak banyak.

Bicara bisnis rintisan hanya 2% yang berhasil melampaui pendapatan US$1 juta  (sekitar Rp16 miliar). Kemana sisanya? Gulung tikar di tahun-tahun awal atau setidaknya mandek gitu-gitu aja. Termasuk juga PR agency Jakarta rintisan. 

Di ranah edukasi, ternyata hanya sekitar 2% populasi Amerika Serikat yang memiliki gelar doktoral (dengan 1,2% khusus PhD dan 0,8% gelar profesional seperti MD, JD). Di UK juga serupa, 2% populasi memiliki gelar doktor. Artinya, yang benar-benar mendalami ilmu sampai level tertinggi hanya segelintir. Seberapa banyak PR agency Jakarta yang memiliki tim dengan jumlah S2 dan S3?

Bicara soal ketertarikan membaca,  hanya 2% orang Amerika yang melaporkan membaca bersama anak-anak mereka di waktu-waktu spesifik, padahal lebih dari 20% responden survei memiliki anak. Sementara membaca bersama anak adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka. Bagaimana dengan para pelaku public relations, sudah berapa buku yang kita baca di tahun ini? 

Siapa yang tidak suka jadi kaya. Tapi masalahnya 50% termiskin dunia hanya memiliki 2% dari total kekayaan bersih global. Sedangkan 50% terkaya punya 98% dari semua kekayaan di bumi. Artinya sedikit sekali yang memiliki pemahaman komprehensif dalam pengelolaan keuangan. Seberapa banyak PR agency Jakarta yang bisa memberikan solusi masalah seperti ini?

Bergeser ke kesehatan mental Psikolog asal Amerika pengusung teori Psikologi Humanistik Abraham Maslow memprediksi hanya 2% orang yang mencapai self-actualization. Buat para public relations kondisi ini adalah puncak tertinggi dari hierarki kebutuhan manusia. Mari kita berkaca lagi, seberapa banyak PR agency Jakarta yang benar-benar mampu menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri?

Urusan banting setir, riset membuktikan hanya 2 dari 100 orang yang tetap setia pada tujuan hidup masing-masing dan tidak drifting atau ngepot-ngepot. Sisanya? gampang tergoda, cepat menyerah, berpikir pendek untuk berubah haluan. Apakah ada public relations yang pernah merasa begini?

Jadi Apa yang Perlu PR agency Lakukan Supaya Lepas dari Jebakan 98%?

Michael Easter punya solusi bernama Misogi. Sesuai namanya, Misogi yang bahasanya Jepang sekali adalah sebuah konsep dari tradisi negeri matahari terbit, latihannya adalah melakukan satu hal yang sangat sulit, sekali dalam setahun. Tidak perlu sering-sering bukan. Tapi pastikan PR agency Jakarta memang benar-benar tahu apa hal yang sangat sulit itu, dan lakukan setidaknya setahun sekali.

Untuk para public relations, lakukan hal yang menurut kalian berasa sulit, tapi pertahankan rutinitasnya. Cari dulu objeknya, tulis di berbagai catatan kalian, dan cek berkala konsistensinya. 

PR agency Jakarta Harus Masuk ke 2%

Eh bagaimana ini? Kok masuk minoritas. Justru itulah, karena 2% ini begitu langka dan sulit ditemukan, ibarat ikan di lautan bebas yang seragam itu 98%-nya, maka ketika ada ikan unik ya si 2% itu.

Buat semua tim public relations yang ada di Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia ambil kertas atau buku catatan kalian. Tulis satu tantangan paling sulit untuk diri sendiri dalam koridor PR agency Jakarta.

Sudah siap untuk menjalani sesuatu yang kurang nyaman? Karena disinilah momen untuk melatih menjalani sesuatu yang (mungkin) baru, bisa jadi tidak enak, tapi akan mengantarkan kita ke dunia baru yang berbeda dan akan menjadi buruan berpotensi cuan.(*)

Share the Post:
Leave a message

Related Posts