Memanfaatkan AI untuk Menulis Press Release dan Dokumen Public Relations Lainnya. Bagaimana Caranya

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia)

Kini hadirnya AI menarik banyak praktisi PR untuk memanfaatkannya terutama untuk menulis dokumen PR. Bagi pelaku PR pemula, hadirnya AI jelas sangat membantu, beberapa yang malas malah bisa melakukan copy paste 100% tulisan AI ke dalam dokumen PR mereka. Sebenarnya sih sah-sah saja, tapi Anda tidak bisa melakukannya tanpa kerja keras untuk mengedit naskahnya menjadi lebih humanized.

Beberapa tools AI yang tersedia telah menyediakan banyak tool generatif sehingga memudahkan Anda dalam mempercepat proses penulisan dan mengatasi terjadinya writer’s block, sehingga ini memungkinkan pesan utama tersampaikan dengan jelas. 

Hanya saja jika Anda memanfaatkan AI untuk menulis press release, sekali lagi, Anda harus mengedit ulang atau bahkan menulis ulang kembali. Karena jika Anda tidak mengeditnya, mesin pendeteksi AI yang tersedia akan memberikan nilai rendah untuk Anda.

Kok bisa menggunakan AI untuk menulis press release? Biasanya karena beberapa hal ini:

  1. Anda butuh konsistensi untuk gaya penulisan. Ini diperlukan untuk press release yang mengutamakan brand voice, dan AI bisa memberikan ini.
  2. Saatnya bergerak cepat tapi juga efisien. AI sebenarnya bisa membantu Anda membuat dokumen lebih cepat berkat bantuan prompt yang tepat
  3. Angle yang variatif. Ini membantu Anda untuk menulis saat terjadi kebuntuan ide
  4. Jangan lupa AI juga bisa memberikan kemampuan untuk optimalisasi struktur dalam penulisan, misalnya dengan memasukkan format piramida terbaik dengan unsur 5W+1H

Lalu langkah apa yang harus digunakan saat memulai menggunakan AI untuk membuat press release dan materi dokumen  PR lainnya?

  1. Kuasai prompt. Ini penting karena dengan menguasai prompt secara spesifik dan detil Anda akan terbantu untuk press release, paling tidak Anda akan terbantu untuk membuat kerangkanya dulu
  2. Selanjutnya baru Anda bisa melakukan koreksi judul, flow rangkaian kata dalam paragraf dan kutipan narasumber.
  3. Langkah akhir, jangan lupa sesudah melihat draft yang diberikan AI, Anda harus menyunting dan mengeditnya kembali. Ini penting agar tulisan tetap terlihat asli, faktual, dan fokus alias kalimatnya tidak berputar-putar dan berbunga tidak jelas.
Share the Post:
Leave a message

Related Posts