Saat Klien Mendapat “Serangan”, Public Relations Harus Apa?

Suatu kali PR agency Jakarta mendapat klien grup F&B yang berfokus di ranah LOLbakery. Kita sebut saja nama klien ini adalah XYZ Bakery. Nah di tengah perjalanan dengan berbagai campaign dan aktivasinya, ada kejadian yang jadi tantangan para public relations. Salah satu toko kuenya mengalami serangan bad review dari salah satu food vlogger.

“Serangan” awalnya datang dari TikTok, dan disinilah para public relations datang dengan mitigasi krisis, dan dengan kolaborasi bersama klien, eksekusinya menjadi pelajaran berharga dalam penanganan sebuah keadaan yang tidak menyenangkan.

Kita sebut saja si food vlogger ini bernama “Maria”. Tuduhan yang ia lemparkan ke klien PR agency Jakarta ini karena adanya kandungan bahan yang tidak orisinal dalam kue-kuenya. Konsep “Review Jujur” sudah berkali-kali food vlogger ini pakai untuk menjadi bahan perlindungannya.

Bagaimana Public Relations Agency Indonesia Menanganinya?

Satu hal yang menjadi landasan dari public relations dalam penanganan krisis adalah mitigasi bola liar yang potensial terjadi di media sosial. Akhirnya kesepakatan dari XYZ Bakery dan PR agency Jakarta adalah membuka fakta di balik pembuatan kue-kue mereka.

Konsepnya, XYZ Bakery akan menghadirkan konten yang memang berada di “ranah”-nya. Pemilik XYZ Bakery Group yang juga seorang chef akan hadir di depan kamera dan tentunya menjalankan proses produksi seperti biasanya.

Simpati publik mulai terbangun, tidak sedikit KOL yang ikut menunjukkan dukungan kepada owner XYZ Bakery dan catatan hitam di kalangan food vlogger dan pengulas makanan. Belakangan baru terkuak fakta baru, rupanya hate speech atau ujaran tak mengenakkan ini datang karena si food vlogger rupanya gagal mendapatkan deal kerja sama dengan XYZ Bakery untuk sebuah campaign.

Padahal food vlogger ini masih dalam level pertumbuhan angka. Namun merasa sudah memiliki daya tawar, mungkin juga terlalu muda jadinya mengambil jalan pintas untuk “membalas kekecewaan” ke XYZ Bakery.

Bola Liar dan Bagaimana Mencegah Pergerakannya

Di mata netizen umumnya, bagaimana owner dari XYZ Bakery menyikapi kasus yang menimpa bisnisnya adalah cara terbaik menyikapi sebuah kejadian yang tidak mengenakkan. Tentu saja netizen tidak mengetahui adanya peran PR agency Jakarta di belakangnya.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana mempertahankan akuntabilitas pemilik bisnis. Food vlogger boleh saja berlindung di balik kata review jujur, tapi kejujuran sebenarnya adalah jawaban yang akan “berbunyi”.

Buntutnya, si food vlogger ini mendapat “rujakan” akibat aksi nekatnya sampai tutup akun. Sementara XYZ Bakery makin meroket perjalanan bisnisnya. Catatan penting untuk para public relations adalah bagaimana menyikapi sebuah kondisi dengan menunjukkan orisinalitas, bukan crisis handling buatan yang berpotensi terkesan pencitraan.

Mendiamkan isu negatif juga bukan solusi, karena lagi-lagi potensi yang terjadi adalah bola liar. Jejak digital juga besar kemungkinan berpotensi menjadi bumerang di kemudian hari. (*)

Konten ini disadur dari kejadian sebenarnya di Amerika Serikat (AS). Tapi bila menemui kondisi serupa, jangan ragu untuk menghubungi PR agency Jakarta.

Share the Post:
Leave a message

Related Posts