Sudahkah Public Relations Paham Siapa Pasar Mereka Sebenarnya?

Enggak perlu menunggu pitching, networking night, atau sesi-sesi semacamnya untuk menyadari kalau PR agency Jakarta sebegitu sering berjualan. Mulai dari merapikan website perusahaan, mengamplifikasi media sosial, membuat produk fisik maupun digital, negosiasi dengan calon klien, bahkan makan siang dengan media maupun KOL juga bagian dari proses jualan para public relations.

Mungkin ada yang bertanya, “Ah pendekatan yang Jakarta banget…”. Lho begini, banyak juga proses jualan public relations di daerah yang nggak kalah keren lho. Misalnya membangun tempat ngopi yang jadi meeting point untuk PR agency di sana. Akhirnya banyak komunitas yang bergabung, bisa ada aktivasi bareng media dan KOL, bahkan bisa berlangsung secara reguler.

Sudah Tahu Kenapa Konsumen Mau Beli Jualan Kita?

Namanya PR agency Jakarta, pasti mau punya banyak klien. Tapi di salah satu episodenya The Tim Ferris Show, penulis buku terkenal Seth Godin bilang, “Every exchange requires a voluntary act. People buy something from us not because we worked so hard on it, but because they want to,”.

Maksudnya gimana bang Messi? Sebenarnya ini teori dasar penjualan. Kalau memang ada produk yang bagus dan jadi magnet buat orang beli, tentunya tidak perlu banyak usaha untuk menjualnya. Lha, memang sudah banyak orang yang mau beli.

Tidak perlu pitching, apalagi sikat kanan kiri, tapi orang mau berbelanja. Pertanyaan berikutnya adalah apakah para public relations sudah tahu benar-benar konsumen alias pasar sebenarnya dari produk dan layananan yang mereka jual?

Pentingnya “Menyelam” Lebih Dalam

Untuk bisa memahami siapa sebenarnya pasar PR agency Jakarta, public relations yang ada di dalamnya perlu meluangkan waktu, tenaga, dan modal. Memang terlihat melelahkan dan menambah pekerjaan di tengah deadline klien yang seolah tak berkesudahan. 

Tapi dengan strategi yang tepat, tentu para public relations bisa menyajikan layanan, konten, storytelling, bahkan strategi marketing  yang memang pasar butuhkan. Setidaknya ada dua hal yang bisa menjadi pegangan. Riset Audiens, dan Eksplorasi Tantangan.

Riset yang tepat akan menentukan metriks apa saja yang akan menjadi validasi kalau PR agency Jakarta, berada di track yang tepat. Eksplorasi Tantangan adalah mengetahui masalah utama dari kolam pasar para public relations, dan apa saja yang bagaimana meningkatkan sensitivitas terhadap pasar yang berbeda-beda.

Coba sebagai public relations pertanyakan lagi:

–  Sudahkah kita bertanya, tahu dari mana produk atau layanan kita saat mereka tertarik untuk bekerja sama?

– “Kolam” yang baik adalah ketika ada “ikan” lain.  Maksudnya kalau kita berjualan sendirian setelah sekian lama dan gitu-gitu aja, bisa jadi ada yang salah dengan produk atau layanan kita.

 Tidak jadi beli, bukan artinya putus hubungan. Tapi gali lagi kenapa mereka memutuskan tidak jadi beli. Apakah layanan kita kurang, lebih pas di tempat lain, atau cara kita berjualan?

Cek ombak seberapa banyak orang membicarakan kita di media sosial. Pancing lagi apakah mereka membutuhkan produk lain dari layanan kita?

Terakhir, cek lagi cerita sukses dari produk dan layanan kita. Apa sih yang membuat terjadinya deal di masa lalu atau yang sekarang sedang berjalan?

Kalau sudah, implementasikan ke strategi jualan berikutnya. Sudah siap “gas” lagi? (*)

Share the Post:
Leave a message

Related Posts