Di penghujung tahun atau akhir periode rangkaian project, biasanya PR agency Jakarta melakukan review untuk mengetahui apa-apa yang sudah baik, dan hal-hal yang perlu ditingkatkan lagi. Nah tapi satu hal yang tidak kalah penting untuk public relations adalah merekap dari mana leads berasal.
Ketika meeting bersama tim, ajak masing-masing orang untuk mengisi project & ideas board. Setelahnya bedah lagi leads yang masuk itu datangnya dari refferal, inbound, atau outbond. Tidak masalah kalau ujungnya closed-won atau closed-lost.
Untuk closed-won, artinya project-nya berjalan buat breakdown dari mana leads-nya. Apakah komposisi terbesarnya dari referral, inbound, atau outbond. Perhatikan juga conversion rate-nya.
Pembelajaran dari dan untuk public relations
Satu hal yang perlu jadi catatan penting adalah bagaimana PR agency Jakarta memiliki kesadaran untuk memanusiakan manusia. Di era artificial intelligence atau akal imitasi (AI), tetap saja konsumennya adalah real human alias manusia.
Belum pernah bukan ada pitching ke AI? Tetap saja yang perlu kita jaga relasinya adalah human relation. Toh tetap di belakangnya setiap teknologi pengembangnya juga manusia bukan. Karenanya konsistensi dalam memanusiakan manusia memegang peran penting.
Selanjutnya masuk bagaimana PR agency Jakarta tetap berupaya menjemput bola. Dengan jam terbang yang sudah sedemikian tinggi, besar kemungkinan tingkat referral akan semakin banyak. Apalagi kalau selama ini reputasi sudah sedemikian baik. Tapi yang perlu menjadi pengingat adalah bagaimana terus aktif memberikan dan menata etalase jualan. Tujuannya? Semakin banyak pihak yang tahu value para public relations yang ada di dalamnya.
Sementara untuk para PR agency yang ada di berbagai daerah di Indonesia, baru memulai perjalanannya maka intensitas untuk menata ulang etalase secara berkala dan tentunya mendekati pihak-pihak potensial harus semakin sering. Tentunya tujuannya adalah adanya kepercayaan terhadap para public relations. Konsistensi inilah yang nantinya membuahkan kepercayaan dan tentunya perlahan tapi pasti berpotensi memberikan referral.
Jangan lupa juga sebagai penjual yang baik maka aset produk marketing kita sebagai public relations juga harus selalu siap. Seringkali calon klien datang mendadak dan mereka bercerita sedang ada problem A, B, C yang harapannya bisa mendapatkan solusi dari PR agency Jakarta. Ketika sudah siap dengan solusi apalagi dengan strategi eksekusi, hal ini akan semakin memudahkan proses “salaman” dengan klien.
Terakhir, jangan lupa untuk membuat catatan. Semakin rapi dan terstruktur, maka akan semakin mudah untuk para public relations mengukur metriks dari sebuah project. Gunakan layanan seperti Trello, Clickup, Notion, dan banyak lagi lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebiasaan. Bahkan tidak menutup pengecualian untuk menulis dengan tangan di buku catatan. Pastikan untuk memuat data progress dan source. Lalu lagi-lagi, lakukan analisis secara berkala.
Jadi Lagi-Lagi Hubungan Manusia Bukan?
Berkaca dari semua pembelajaran di atas, jelas sekali public relations akan sangat bertalian dengan human relations. Selain perlu mengalokasikan waktu untuk mereview project secara periodik, jelas perlu sekali mengkondisikan proses memanusiakan manusia baik dengan berbagai tingkat interaksi. (*)
