Public relations sering sekali mendapat tantangan untuk menghadirkan ide-ide kreatif yang out of the box. Rasanya hal ini berlaku untuk semua PR agency yang ada di seluruh Indonesia. Dari mulai Jakarta sampai kota-kota lain dengan segala potensinya.
Seringkali kita menyangka kalau ide kreatif datangnya tiba-tiba. Di situasi yang tidak menentu, dan bahkan perlu “ritual” tertentu untuk bisa memunculkannya. Padahal yang perlu kita lakukan adalah menemukan framework yang tepat.
Nah framework nya apa yang pas untuk jadi stimulan di PR agency Jakarta untuk menjaga “api” kreatif ini? Lima huruf saja, C-L-I-P diambil dari paperclip yang sering menemani hari-hari para PR agency.
C for Collect
Buat para public relations, setiap melakukan aktivitas dan melihat kejadian coba untuk menaruh perhatian lebih. Perhatikan setiap detail seperti waktu kita sedang mengecat. Pastikan rata dan tidak ada bagian yang belang. Hal lain adalah saat kita melakukan finishing dari pekerjaan adalah rela zoom in sampai ke hal-hal kecil untuk memastikan tidak ada “debu” yang tertinggal.
L for Learning
Tidak ada hari tanpa pembelajaran dan tidak ada alasan untuk berhenti belajar. Seperti halnya juga di PR agency Jakarta, setiap hal bisa menjadi peluang belajar sesuatu yang baru. Jangan lupa juga untuk menulis setiap jengkal hal, entah itu di catatan digital, maupun buku ukuran saku
I for Initiate
Ketika sudah rajin mengumpulkan dan terus menyalakan api semangat untuk terus belajar, hal berikutnya yang perlu jadi perhatian para public relations adalah menginisiasi sesuatu. Jangan bayangkan dulu sesuatu yang begitu besar dan menguras energi. Tapi mulai dengan hal yang kita nyaman dan bisa.
Apa nih misalnya, kalau suka menulis, menulislah, suka membekukan momen, abadikan sebanyak mungkin foto. Pedulilah dengan suara dan bunyi di sekitaran. Organisir simpul-simpul komunitas.
P for Progress
Namanya pembelajaran tentu mengharap kemajuan. Seperti halnya juga untuk para public relations di PR agency Indonesia. Jangan lupa juga, kemajuan selangkah adalah progress alias tidak berhenti di tempat. Langkah-langkah kecil juga akan mengantarkan kita ke titik-titik yang bisa jadi ceruk kreatif yang baru. (*)
