Selain berjualan, salah satu skill penting untuk para public relations di PR agency Jakarta adalah negosiasi. Tapi apa kabar buat mereka yang berada di kota-kota lain di Indonesia. Pastinya sama juga dong. Di bawah ini ada beberapa medium untuk memaksimalkan pembelajaran negosiasi.
Never Split The Difference
Pembelajaran terbaik untuk negosiasi adalah lebih banyak membaca. Tak terkecuali di PR agency Jakarta. Untuk para public relations yang masih merasa berat untuk harus membuka buku, tidak ada salahnya untuk membiasakan one day one page.
Makanya buku menjadi urutan pertama yang ada dalam daftar rekomendasi metode pembelajaran negosiasi ini. Never Split The Difference adalah kisah tentang seorang negosiator andal FBI bernama Chris Voss.
Kalau para public relations masih berhadapan dengan calon klien atau yang (kadang) menyebalkan, demanding, atau apa pun istilahnya, Voss sebagai negosiator pernah berhadapan dengan perampok bank, kepala geng, dan teroris.
Di dalam buku ini ada 9 prinsip kunci negosiasi yang menyangkut nyawa. Menuntaskan buku ini, akan memudahkan para public relations yang bekerja di PR agency Indonesia, potensial untuk menjadi fondasi dalam bernegosiasi.
The Art of Dealmaking
Negosiasi memang penuh dengan trik. Penulis, dan investor awal untuk sejumlah perusahaan teknologi dunia Tim Ferris merangkum seni negosiasi dalam video berdurasi 7 menit saja untuk para pekerja PR agency di kota besar seperti Jakarta atau daerah-daerah lain yang ada di Indonesia di channel YouTubenya yang berjudul “The Art of Dealmaking”.
Kalau membaca buku sampai selesai rasanya masih begitu makan waktu untuk para public relations, ini ruang alternatif untuk menajamkan insting negosiasi.
Jangan lupa juga siapkan catatan fisik maupun digital saat menyimak videonya. Beberapa hal yang bakal jadi kunci dalam video ini yaitu bagaimana saat negosiasi perlu adanya opsi atau pilihan, menakar batas ketakutan, atau “berdiri” di sisi yang lain untuk mendapatkan tawaran.
Catatan-catatan kecil tadi juga bisa menjadi pengingat setiap kali kita menghadapi proses negosiasi. Skill yang akan makin terasah dengan kemampuan menulis setelah sebelumnya membangun kebiasaan membaca.
Negosiasi Itu Masalah Seni
agency Jakarta itu bukan pekerja seni. Dengan berbagai racikan buah hasil pembelajaran, negosiasi akan terasa “hidup” dengan seni di dalamnya.
Kalau buku membutuhkan waktu hitungan minggu sampai bulan untuk menyelesaikan, memahami video bisa butuh hitungan hari dan pengulangan dalam hitungan jam. Ada satu hal yang bisa dimaknai oleh para public relations. Apakah itu? Quotes alias kutipan.
Untuk urusan negosiasi, ada satu kutipan dari entrepreneur dan investor dunia, Naval Ravikant. “Negotiations are won by whoever cares less.” Jadi dengan 3 “senjata” ini, sudah siap memenangkan negosiasi yang mana? (*)
