All Blog

Manajemen Media Sosial yang Mendukung Public Relations: Dari Strategi Hingga Peningkatan Penjualan

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia) Halo, PR practioner dan marketer! Pernahkah Anda merasa bahwa mengelola media sosial itu seperti lari maraton tanpa garis akhir? Posting setiap hari, membalas komentar, tetapi hasilnya begitu-begitu saja dan bahkan kadang berjalan sendiri antara kampanye pemasaran dan public relations. Jangan khawatir, Anda tidak sendirian. Banyak yang terjebak dalam rutinitas tanpa strategi. Padahal, manajemen media sosial yang efektif adalah kunci untuk mengubah “sekadar posting” menjadi “peningkatan penjualan” yang nyata dan mewujudkan citra Perusahaan yang baik lewat public relations. Artikel ini akan memandu Anda selangkah demi selangkah, dari menyusun strategi hingga melihat omzet bisnis Anda meningkat, dengan tidak melupakan strategi public relations dalam manajemen media social Anda. Mengapa Manajemen Media Sosial Itu Penting? Lebih dari Sekadar Posting Banyak yang mengira manajemen media sosial itu hanya tentang mengunggah foto atau video. Padahal, ada banyak elemen penting di baliknya, yaitu: 1.    Membangun Kesadaran Merek (Brand Awareness): Media sosial adalah alat paling ampuh untuk memperkenalkan merek Anda kepada audiens yang lebih luas. Semakin banyak orang yang tahu dan mengenal merek Anda, semakin besar pula peluang mereka untuk membeli. 2.    Membangun Hubungan dengan Pelanggan: Media sosial memungkinkan interaksi dua arah. Anda bisa berdialog, mendengarkan masukan, dan membangun loyalitas pelanggan. 3.    Meningkatkan Lalu Lintas (Traffic) ke Situs Web: Dengan konten yang menarik, Anda bisa mengarahkan audiens dari media sosial ke situs web atau toko online Anda, yang pada akhirnya meningkatkan konversi. 4.    Menganalisis Kinerja: Platform media sosial menyediakan data analitik yang bisa Anda gunakan untuk memahami apa yang disukai audiens dan strategi apa yang berhasil. Pilar Pertama: Menyusun Strategi yang Tepat Sasaran Sebelum Anda mulai posting, duduklah sejenak dan jawab beberapa pertanyaan kunci ini: Siapa Target Audiens Anda? Penting untuk mengetahui siapa yang ingin Anda jangkau. Apakah mereka mahasiswa, ibu rumah tangga,

Read More →

Panduan Praktis Mengukur Efektivitas Kampanye Public Relation Digital untuk ROI

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia) Pernahkah Anda meluncurkan kampanye Public Relations (dan) digital, tapi kemudian merasa bingung? Uang sudah dikeluarkan, konten sudah disebar, tapi sebenarnya… berhasil nggak, sih? Berapa banyak sih dampaknya ke bisnis kita? Pertanyaan-pertanyaan itu wajar banget. Di era digital ini, kita tidak bisa lagi cuma “merasa” sebuah kampanye berhasil. Kita harus bisa mengukurnya, melihat angkanya, dan membuktikan PR ROI (Return on Investment). Jadi, artikel ini akan menjadi panduan singkat dan praktis untuk Anda, biar kampanye berikutnya tidak hanya viral, tapi juga profit. Mengapa PR ROI Sangat Penting? Bayangkan Anda seorang atlet yang berlatih setiap hari, tapi tidak pernah melihat catatan waktu atau skor. Anda tidak akan tahu apakah Anda membaik atau tidak. Hal yang sama berlaku untuk merek. Mengukur ROI adalah cara untuk mengetahui seberapa efektif uang yang Anda belanjakan untuk kampanye digital. ROI itu rumusnya sederhana: ROI =  (Pendapatan – Biaya Kampanye) x 100% (Biaya Kampanye) Angka ini akan menunjukkan apakah setiap rupiah yang Anda keluarkan menghasilkan keuntungan atau malah kerugian. Nilai ROI positif menunjukkan bahwa investasi atau kampanye digital yang Anda lakukan menghasilkan keuntungan. Setiap rupiah yang Anda keluarkan menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari biaya awal. Contohnya, jika ROI Anda adalah 50%, itu berarti untuk setiap Rp 100 yang Anda investasikan, Anda mendapatkan kembali Rp 150 (Rp 100 modal + Rp 50 keuntungan). Tapi, ROI bukan satu-satunya tolok ukur. Ada metrik lain yang sama pentingnya. Metrik Penting Selain ROI Tergantung pada tujuan kampanye Anda, ada beberapa metrik yang harus Anda perhatikan. Mari kita lihat satu per satu. 1. Jika Tujuannya adalah Brand Awareness    2. Jika Tujuannya adalah Traffic atau Konversi Studi Kasus: Kampanye PR Digital Starbucks Mari kita ambil contoh salah satu merek paling terkenal di dunia: Starbucks. Pada tahun 2017, Starbucks meluncurkan kampanye digital bernama “Starbucks Rewards”. Tujuan

Read More →

Public Relations Tanpa SEO dan Tanpa Kata Kunci? Algoritma Google yang Semakin Pintar untuk Press Release

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia) Dulu, main SEO itu kayak main tebak-tebakan. Kita cuma fokus pada satu hal: “Kata kunci”. Masukin kata kunci yang sama berkali-kali di judul, di paragraf pertama, di subjudul, pokoknya di mana-mana sampai tulisan terasa kaku. Tapi, Google sekarang enggak lagi sepolos itu… Algoritma Google semakin pintar dan canggih, sampai-sampai bisa dibilang dia sudah bisa “berpikir” seperti manusia. Pertanyaannya, kalau Google sudah bisa mengerti konteks, apakah kata kunci masih penting? Jawabannya: “Masih, tapi pendekatannya sudah sangat berbeda.” Ini termasuk bagaimana praktisi PR menginput kata SEO ke dalam press release mereka, dan ini penting untuk diperhatikan. Pergeseran dari “Kata Kunci” ke “Maksud Pencarian” Dulu, Google cuma bisa mencocokkan kata. Kalau Anda mencari “cara bikin kue coklat”, dia akan mencari artikel yang paling banyak menyebutkan kata-kata itu. Sekarang, Google sudah tahu “maksud dari pencarian” Anda. Dia tahu bahwa orang yang mencari “cara bikin kue coklat” mungkin juga butuh informasi tentang bahan-bahan, alat, tips anti-gagal, atau bahkan video tutorial. Ini karena Google sekarang menganalisis “sinonim, konsep, dan topik yang berhubungan”. Dia tidak hanya melihat kata-kata spesifik, tapi juga hubungan semantik di balik kata-kata tersebut. Jadi, daripada cuma fokus pada satu frasa, Anda harus berpikir tentang keseluruhan topik. Bagaimana Cara Mengoptimalkan Konten di Era Algoritma Cerdas? Jangan khawatir, ini bukan berarti SEO jadi lebih sulit. Justru, ini membuat kita bisa lebih fokus pada konten yang berkualitas. Berikut beberapa tips praktisnya: 1.    Tulis untuk Manusia, Bukan untuk Mesin Ini adalah aturan emas. Lupakan “density” atau kepadatan kata kunci. Tulis konten yang natural, mudah dibaca, dan benar-benar bermanfaat. Jika konten Anda menjawab pertanyaan pengguna dengan lengkap, Google akan menyukainya. 2.    Fokus pada Topik, Bukan Hanya Frasa Jika Anda menulis tentang “Sejarah Kopi”, jangan hanya menggunakan kata itu berulang-ulang. Bahas juga konsep-konsep terkait, seperti “jenis

Read More →

Cara Lama yang Perlu Dilupakan Public Relations Agency di Indonesia

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia) Buat para public relations, pasti pernah mengalami penolakan ide. Entah itu dari klien atau internal di PR agency. Materi kali ini bukan tentang bagaimana menjaga kesehatan mental dari penolakan. Tapi ini tentang bagaimana PR agency Jakarta sebagai barometer industri public relations di Indonesia yang katanya sudah terlalu red ocean. Ada kalanya PR agency Jakarta dan daerah lain di Indonesia sepakat untuk memperbaiki proses bisnis. Istilah industrinya adalah business process improvement (BPI). Masalah utama dari implementasi BPI adalah banyaknya PR agency berbagai skala, baik yang kecil, sedang, maupun raksasa, yang terbentur dalam proses penyempurnaan karena orang-orang di dalamnya telanjur merasa aman dengan proses yang selama ini berjalan.  Jadi Seharusnya Apa yang Mesti PR Agency Lakukan? Ada elemen mendasar yang para pekerja PR agency Jakarta perlu pahami lebih dalam. BPI sejatinya bukan sekadar penyusunan ulang alur kerja. Para public relations harus melakukan analisis mendalam terhadap aktivitas yang berulang, identifikasi hambatan, dan perancangan cara baru yang lebih efisien maupun efektif.Bagi lini bisnis termasuk di dalamnya PR agency, BPI bisa berarti memangkas langkah yang tidak memiliki tambahan nilai, membuat jalur persetujuan jadi lebih cepat, atau optimalisasi teknologi untuk otomatisasi. Intinya, perbaikan harus nyata dampaknya, jangan sekadar perubahan kosmetik. Untuk memulai BPI public relations perlu memetakan proses yang ada. Selanjutnya, semua yang berada di dalam PR agency memang bisa saja saling tunjuk  titik lemah, seperti langkah yang memakan waktu, biaya, atau tenaga berlebih. Setelah itu, perlu rancangan alternatif perbaikan, pengujian, lalu bagaimana penerapannya secara bertahap.Contoh kasus yang sering terjadi pada PR agency Jakarta, antrean orang ingin mengikuti aktivasi, perbaikan proses bisa berupa penambahan saluran online agar prosesnya dapat audiens lakukan tanpa perlu datang ke lokasi untuk mengambil nomor antrean misalnya. Untuk public relations yang bergelut di ranah edukasi, BPI juga relevan. Misalnya saja, proses

Read More →

Konten yang Menjadi Konversi untuk PR Agency

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia) Masalah utama dari PR agency Indonesia terutama di  Jakarta adalah bagaimana bisa menjadikan “aset-aset” yang mereka punya. Dari mulai memiliki aset konten, bank ide, KOL dan media andalan. Nah bagaimana supaya semua aset ini menjadi “peluru”.Sebagian pelaku public relations sekarang juga mulai menjadi kreator konten. Tren baru di Jakarta dan seperti biasa diiringi daerah-daerah lain di Indonesia. Tapi pertanyaannya apakah konten-kontennya bisa menjadi konversi yang memberikan keuntungan entah itu leads atau bahkan menjadi deals. Penulis buku The Slow Leadership, Andrew Prasatya, membuat sebuah framework yang potensial cocok untuk pelaku public relations. Menariknya lagi, hanya perlu 30-60 menit untuk mengimplementasikan framework ini.  Framework C R E A T E untuk PR Agency Jakarta  Untuk “C” sebagai huruf pertama dalam framework ini, adalah Clarify The Offer. Sebagai public relations perlu secara spesifik memahami produk, layanan, atau ide yang akan menjadi bahan jualan. Jangan lupakan juga kalau ada banyak sekali PR agency di Jakarta, belum lagi kota-kota lainnya di Indonesia, sehingga pastikan apa-apa yang ada di etalase memang memiliki keunikannya sendiri.Lanjut ke huruf kedua yaitu “R”. Ini adalah pondasi dari laku tidaknya sebuah produk, karena R-nya adalah Research Audience. Pastikan PR agency memiliki metriks yang jelas, data yang solid, dan mengapa mereka menjadi target konsumennya.Berikutnya adalah “E” yang menjadi representatif untuk Explore Challenges. Inilah pentingnya PR agency Jakarta memahami masalah dari para klien dan calon kliennya. Juga mereka yang ada di ekosistem seperti media dan KOL.  Setelahnya ada “A” yang mewakili Act with Content. Apakah berbagai varian konten yang menjadi aset atau “peluru” PR agency ini mampu menjadi solusi untuk rupa-rupa masalah yang selama ini membuat pusing para konsumen layanan public relations.  Tinggal dua huruf terakhir untuk para public relations yang ingin mengoptimalkan aset-asetnya. Maka “T” di sini adalah awalan untuk “Test

Read More →

Pentingnya Public Relations Menjadi Public Speaker yang Diingat

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia) Seberapa sering public relations menjadi pembicara di depan umum? Sebagai praktisi komunikasi, apakah di antara kita masih ada yang merasa memilih untuk tidak terlalu banyak tampil di publik? Untuk PR agency Jakarta, beberapa alasannya biasanya deadline pekerjaan yang sulit untuk berkompromi dengan aktivitas menjadi pembicara, sampai social energy yang menguras tenaga ketika harus tampil di depan umum.Padahal menjadi pembicara adalah kesempatan untuk belajar untuk para public relations. Tidak hanya untuk para pekerja PR agency yang ada di Jakarta, tapi berbagai daerah di Indonesia. Bagaimanapun, mengeluarkan apa yang kita tahu, adalah bagian dari proses penyerapan ilmu.Di sisi yang lain, mungkin tidak sedikit public relations yang justru menanti dan mencari kesempatan untuk menjadi public speaker. Bagaimanapun, jalan adalah pilihan, termasuk misi selanjutnya setelah tampil di depan umum. Membuat Etalase Diri Selain hari-hari sebagai public relations biasanya perannya lebih banyak di belakang layar, jembatan antara pihak-pihak terkait seperti media dan KOL. Serta mengakomodasi kebutuhan klien. Tapi untuk yang mencari kesempatan tampil ke depan umum, menjadi pembicara juga bisa membawa PR agency Jakarta menggali peluang-peluang baru.Tapi di sini ada “jebakan-jebakan” dalam membangun etalase diri tadi. Apalagi untuk menjadi bodoh di bidang yang baru. Ujung-ujungnya menjadi alasan untuk para public relations memilih tidak mengambil jalur ini.Supaya tidak lagi terjebak dalam “kaset lama” tanpa “lagu baru” ada beberapa tips yang bisa jadi modal PR agency Jakarta untuk menjadi public speaker yang diingat.Tentunya juga pengingat, untuk bisa memberikan manfaat. 5 Tips Jadi Public Relations Jadi Public Speaker yang Diingat – Boleh jualan, tapi jangan jadi tujuan Menyambung sebelumnya istilah “etalase”, saat public relations dapat panggung, pasti ada hasrat untuk jualan. Entah itu untuk PR agency di belakangnya, atau diri sendiri. Apakah salah? Tentu tidak dong, tapi bagaimana kita bisa berstrategi menyelipkan jualan kita di bagian-bagian tertentu.

Read More →

Adakah Kata Terlambat Masuk ke Dunia Public Relations di Indonesia

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia) Seseorang bertanya di forum internet, apakah terlambat masuk ke dunia public relations di penghujung usia 20-an? Masihkah relevan untuk berada di PR agency Jakarta di tengah persaingan ketat mencari pekerjaan di Indonesia dengan batasan usia yang begitu sengit? Simak kisah D, dan perjalanan kariernya di industri public relations dan selingkar wilayahnya D memulai karier profesional (dalam artian mulai dibayar) di usia 20 tahun. Waktu itu statusnya masih mahasiswa semester empat. D sadar performanya di kampus tidak begitu istimewa.  Maka mencari pemasukan ditempuhnya meskipun belum terpikir akan menjadi isi CV ketika baru lulus beberapa tahun setelahnya. Pekerjaan pertama D adalah operator game center di Semarang (tahun 2004 di Semarang masih era game LAN seperti Counter Strike dan Need For Speed). Upah D Rp150.000 per bulan dengan frekuensi kerja tiga kali seminggu. Tapi di luar jam kerja D juga sering sekadar nongkrong di sana bahkan tidak jarang sampai menginap.  Meskipun secara upah tidak cukup untuk membiayai hidup bulanan D pada masanya, tapi kesempatan kerja ini mengajarkan banyak hal termasuk jadi gerbang pengantar ke dunia PR agency Jakarta, selain mengakomodasi rasa penasaran dan kegemarannya terhadap video game dan PC.Baru awal bekerja, handphone D yang waktu itu layarnya sudah berwarna, Nokia 3530-nya hilang di tempatnya bekerja. Kemungkinan besar diambil oleh “pelanggan” yang paling sering main berjam-jam di sana. Tapi disinilah D mendapat pelajaran kalau yang hilang pasti akan digantikan dengan sesuatu yang lebih besar.  Selang beberapa bulan dari kehilangan handphone itu, D mendapat kesempatan untuk membantu rancangan pengelolaan warnet dan game center dari mulai perencanaan layout, pemilihan PC, sampai pembuatan desain promosi. Ternyata pengelola bisnis ini adalah salah satu distributor merek komponen PC terkenal di Jakarta. Ia sering meminta D untuk membuat siaran pers produk-produk jualannya untuk berbagai media di sejumlah kota besar.

Read More →

Strategi Networking yang Baik untuk Public Relations Agency di Indonesia

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia) Dalam beberapa situasi, berjejaring alias networking dengan metode tatap muka langsung alias luring adalah metode terbaik. Untuk PR agency Jakarta, di tengah perkembangan teknologi yang nyaris tak pernah tidur, pertemuan tatap muka juga menjadi sarana untuk mengekspresikan diri tentang banyak hal.Sebagai public relations entah berada di Jakarta atau kota besar lainnya di Indonesia, networking identik dengan aktivitas mencari koneksi, leads, bertemu klien lama, pekerja media, KOL, atau lainnya. Bentuknya pun beragam, dari mulai sekadar ngopi, mengunjungi event berbagai skala, atau jadi bagian dari kegiatan-kegiatan warga lokal di sekitar tempat tinggal.Nah, apa yang PR agency Jakarta bisa optimalkan ketika berjejaring atau networking? Ada 2 metode, difficulty “Hard” dan difficulty “Medium”. Eh gimana tuh? Di sini para public relations akan menemukan jawaban, dan menentukan pilihan. Tidak Ada Mode Easy untuk PR Agency Jakarta Kepadatan jalanan, meeting yang back to back, dan segudang aktivitas lainnya di hiruk pikuk Jakarta membuat kesempatan bagi public relations untuk networking menjadi hal yang harus bisa optimal di waktu yang terbatas. Karenanya tidak ada cara mudah untuk menjalani networking. Mode “sulit”-nya, adalah dengan “polosan” ke berbagai acara networking. Para public relations “hanya” perlu datang dengan kemampuan (dan kemauan) membuka pembicaraan, bertukar akun media sosial, bersosialisasi tipis-tipis, lalu selesai. Berikutnya adalah mengucapkan terima kasih ke semua yang sudah berjejaring di hari itu, sembari menawarkan kemungkinan bekerja sama di kemudian hari.Sementara untuk mode difficulty “Medium” adalah membawa sesuatu saat berjejaring. Inilah kesempatan yang potensial untuk PR agency Jakarta. Apa yang perlu jadi bawaan para public relations? Bisa tawaran jasa, project, ide, waktu, produk, bahkan sampai uang. Metode kedua ini ibarat lagu anak-anak, “Hanya memberi, tak harap kembali,”. Walaupun siapa yang tidak berharap kalau apa yang sudah menjadi rancangan bisa berbuah hal yang selama ini kita upayakan. Jadi Memilih Jalur

Read More →

Buat AI Jadi Partner untuk Public Relations Agency di Indonesia

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia) Sebagai bagian dari pekerja industri digital, public relations jelas sangat akrab dengan yang namanya akal imitasi atau artificial intelligence (AI). Tidak hanya untuk PR agency yang berada di kota besar seperti Jakarta, tapi juga “racun AI” sudah nyaris menyebar ke seluruh Indonesia yang sudah terpapar internet.Banyak kekhawatiran kalau AI akan menggerus banyak pekerja, termasuk public relations. Tapi dengan pendekatan yang tepat, AI bisa menjadi partner terbaik untuk PR agency Jakarta.Bagaimana caranya? Sebagai public relations, kita harus memposisikan AI sebagai partner bukan sekadar giver. Secara AI adalah “sosok” yang akan menjawab pertanyaan yang kita tanya, nyaris tanpa jeda waktu.Dengan pendekatan yang lebih tepat, AI bisa menjadi partner untuk para public relations dan bisa menjadi “konsultan” bayangan untuk PR agency Jakarta. Misalnya dengan menjadikan AI sebagai personal assistant, misalnya untuk mengerjakan aktivitas administratif atau pre-dan post production yang berulang.Pendekatan lain yang juga menarik adalah dengan menjadikan AI sebagai elemen penyerta dalam proses pengambilan keputusan. Misalnya saat ada beberapa opsi sebelum menjadi penawaran ke klien, AI bisa menjadi sarana untuk membantu proses pengambilan keputusan. Mengubah Layanan Bantuan Menjadi Rekanan Setidaknya ada 4 proses kerja PR agency Jakarta yang berpotensi terbantu berkat AI. Kita mulai dari yang pertama yaitu proses penulisan. Sekilas terdengar sederhana, tapi bahasa tulis adalah salah satu metode komunikasi yang penyelarasannya kadang makan waktu. Public relations memang baiknya terus menulis, tapi soal kesesuaian adalah hal lain yang implementasinya di sejumlah PR agency akan melibatkan editor atau penyelaras bahasa.Untuk perusahaan skala besar di kota seperti Jakarta, mungkin hal ini bisa dilakukan. Tapi bagaimana dengan perusahaan yang baru bertumbuh di berbagai penjuru Indonesia? Dengan bantuan AI, pesan dan email untuk klien, percakapan lintas bahasa dan kesesuaian struktur akan lebih terbantu.Lanjut ke urusan kedua, PR agency baik yang berada di Jakarta maupun kota-kota

Read More →

Mimpi PR Agency Indonesia dan Strategi Memasang Gambar

(materi ini ditulis untuk advo indonesia public relations agency jakarta indonesia) Siapa pun boleh dan malah cenderung harus menjaga mimpi selama masih hidup. Termasuk para public relations, entah yang berada di kota besar seperti Jakarta atau daerah-daerah lain di Indonesia.  Di era gen-z dan gen alpha yang berbarengan dengan tren mindfulness, istilah manifestasi menjadi cukup populer. Tujuannya adalah menyelaraskan energi antara harapan dan tindakan, lewat ucapan atau aksi-aksi lainnya.Lalu apa hubungannya dengan PR agency Jakarta? Justru di sinilah sebagai entitas bisnis para public relations yang ada di dalamnya bisa mengambil tindakan yang bisa dilakukan sendiri-sendiri atau kolaboratif sebagai tim.Bagaimana bentuknya? Untuk yang tumbuh di era lagu “persahabatan bagai kepompong,” sang pemilik lagu  Jalu Sind3ntosca selain sebagai musisi di era 2010-an sempat mempopulerkan #pajangdulugambarnya. Rasa-rasanya hashtag ini bukan sekadar campaign dari sebuah brand orderan dari PR agency.Tapi sekitar satu dekade lalu (bahkan lebih), Jalu sempat menjelaskan bagaimana#pajangdulugambarnya bisa bekerja. Memang ada kekuatan tak terlihat yang membuat #pajangdulugambarnya berakhir jadi nyata.  Ruang untuk Public Relations Mengukir Mimpi Masih soal mimpi, eks penyiar radio yang juga aktif di ekosistem media digital Gofar Hilman A.K.A pergijauh sering menyampaikan di berbagai wawancara kalau kita bebas punya mimpi selama masih kelihatan langitnya. Selain itu, mimpi juga harus dibuat secara gradual, tentu saja supaya tidak menjadi hil-hil yang mustahal.Soal pajang dulu gambarnya, Gofar yang awal namanya naik setelah mendapat tawaran kerja sama dengan salah satu PR agency Jakarta di era Twitter belum berganti nama menjadi X dengan #khotbahtimeline miliknya untuk sebuah produk cokelat, juga sempat bercerita tentang #pajangdulugambarnya. Kalau sekarang dia juga naik daun di ranah otomotif bersama Sekutomotifnya, ketika masih SMA Gofar sering menempel poster mobil-mobil yang waktu itu tentu saja tidak terbayang akan dimilikinya sekarang. Tapi siapa yang tahu, puluhan tahun setelahnya, mobil-mobil itu ada di garasinya.  Nama lain yang sering menyelipkan soal mimpi adalah

Read More →